Senin, 23 Juni 2008

MESIN BUBUT


MESIN BUBUT

Mesin bubut adalah mesin perkakas untuk mengerjakan benda kerja dengan gerak utamanya memutarkan benda kerja. Mesin bubut dan konstruksinya dapat dibedakan menjadi:

- Mesin bubut Standar

- Mesin bubut Copy

- Mesin bubut Turet

- Mesin bubut Kepala

- Mesin bubut Tegak

- Mesin bubut CNC

Perlengkapan pendukung lainnya antara lain:

1. Perlengkapan standar, yaitu keadaan mesin beserta peralatannya lengkap

2. Perlengkapan optimal, yaitu antara peralatan dan mesin terpisah

3.1 Kegunaan Perlengkapan Dari Mesin Bubut.

a. Kepala Tetap

Dimana poros utama adalah pendukungnya, bantalan-bantalan yang sebelah kanan dapat dianggap sebagai bantalan pendukung utamanya, dan bantalan sebelah kiri dibuat untuk melawan tekanan pahat pada waktu penyayatan benda kerja, penyayatan semacam ini disebut bantalan tekan. Pada keduapendukung ini harus selalu mendapat pelumasan. Poros utama mesi bebet biasanya berlubang tembus dan ujungnya dibuat tirus gunanya untuk pemasangan senter, dan bagian luar nya berulir untuk pengikat chuk atau piringan pembawa dan sebagainya.

b. Support Mesin Bubut dan Perlengkapannya:

Support terdiri dari 4 bagian, yaitu:

- Eretan Bawah

- Eretan lintang

- Eretan Atas

- Rumah Pahat

Eretan bawah sebagai pendukung dari seluruh, untuk dapat digeser-geserkan melalui bidang alas mesin bubut, baik gerakan tangan maupun gerakan otomatis. Untuk memindahkan support dengan tangan menggunakan perantaraan roda gigi sumbu pada tangan ke gigi batang. Untuk gerakan otomatis menggunakan batang pembawa beralur sedangkan batang berulir hanya diperkanankan atau dihubungkan pada gerakan otomatis pada waktu pembuatan ulir pada mesin bubut. Eretan atas dan rumah pahat, dapat diputar dan digerakan untuk maksud-maksud pembuatan tirus atau untuk penyayatan memanjang dengan menggerakan asutan eretan atas yang harus dilakukan denagn tangan.

3.2 Pemotongan Logam

Pemotongan logam pada mesi bubut terjadi karena adanya:

- Kecepatan potong (cutting speed) [V=m/menit]

- Gerak makan (feeding) [S=mm/putaran]

Yang harus diperhatikan selama pemotongan:

1. Pahat yang digunakan

2. Bentuk dan jenis material benda kerja yang dipotong

3. Jenis pengerjaan

4. Pendinginan

5. Kondisi mesin

Cutting Speed,

Dimana: V = Kecepatan potong (m/menit)

D = diameter banda (mm)

n = Putaran spindle (rpm)

3.3 Perawatan dan Pemeliharaan Mesin Bubut

Aturan umum perawatan dan pemeliharaan mesin bubut adalah:

- Sebelum mengoperasikan harus sudah diketahui dengan elas dan tanpa ragu fungsi segala macam unsure pelayanan, atau lakukan pengujian sebelum operasi.

- Hentikan mesi dengan segera jika timbul hambatan.

- Pemberian dan penggantian bahan pelumas dilakukan sesuai jadwal pelumasan mesin.

- Kecepatan mesin, jenis pahat disesuaikan dengan besarannya dan bahan benda kerja.

- Singkirkan geram atau sisa hasil potongan benda kerja dengan baik dan gunakan alat Bantu.

- Perkakas mesin tidak boleh berserakan ditempat operator.

- Periksa peralatan kelistrikan dan kelengkapan pendukung lainnya.

- Setelah akhir pengerjaan semua bagian harus dibersihkan dan dikeringkan lalu dilumasi untuk menghindari dari karat.


1 komentar:

kampung mesin mengatakan...

supaya hasil pembubutanya haluss..